Skip to main content

Prof. Dr. Budi Anna Keliat S.Kp., M.AppSc : Jangan Remehkan Masalah Penderita Kejiwaan

http://www.radaronline.co.id/berita/read/24074/2013/Jangan-Remehkan-Masalah-Penderita-Kejiwaan

RadarOnline, Depok
Prof. Dr. Budi Anna Keliat S.Kp., M.AppSc, mengungkapkan, bahwa dari hasil penelitian tahun 2007 mencatat, 0,46 persen penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa. Ternyata masih ada ditemukan pasien dengan penyakit fisik yang mengalami ansietas dan depresi. Seperti di Jakarta menduduki posisi pertama dengan angka 2 persen untuk penderita gangguan jiwa berat. Dan kedua adalah Jawa Barat yang mencapai 22 persen dengan gangguan jiwa ringan.



"Banyak faktor penyebabnya, seprti, masalah biologis, sosial, dan psikologis. Dengan adanya perawat kejiwaan di satu puskesmas dapat mengurangi jumlah penderita gangguan jiwa. Jadi sumbangangan keperawatan jiwa pada pasien sakit fisik yang dirawat di rumah sakit umum ternyata perlu lebih diperbaiki,” ungkapnya kepada wartawan kemarin, seusai pengukuhan Guru Besar Tetap bidang Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FKM UI) Depok.

Dia menerangkan, penderita gangguan jiwa sesungguhnya dapat disembuhkan melalui cara penanganan dan pencegahan gejala awalnya. Mulai dari tingkat stres hingga gangguan jiwa akut. Maka perawatan kesehatan sangat perlu dilakukan.

" Artinya, perawatan itu dilakukan dari dalam kandungan. Ibu hamil perlu dididik bagaimana cara memperlakukan janin hingga melahirkan anak yang sehat. Ini pencegahan yang perlu dilakukan," terang Anna.

Menurutnya, jumlah penderita gangguan jiwa se-Indonesia mencapai 1 juta orang. Namun, ruang perawatan yang tersedia hanya 90 ribu tempat.

"Masih ada masyarakat yang tidak terlayani. Mereka ini yang tersebar di masyarakat, biasanya di kampung-kampung. Bahkan ada diantara mereka yang dipasung. Ini melanggar HAM," tutur Anna.

Anna bangga, dengan kontribusi keperawatan jiwa pada pelayanan kesehatan jiwa di rumah sakit umum telah memberi dampak perbaikan kondisi kesehatan pasien dan keluarganya. Makanya, kegiatan itu perlu terus dilakukan agar perawat terasa bermakna bagi pasien. Keperawatan jiwa di rumah sakit umum untuk pasien dengan masalah fisik karena depresi dapat berdampak pada kualitas hidup.

"Sayangnya kesehatan jiwa belum menjadi program pemerintah," ucapnya.

Dijelaskan Anna, saah satu alasan masuknya keperawatan kesehatan jiwa pada arus utama pelayanan keperawatan jiwa di rumah sakit umum karena meningkatnya masalah kesehatan jiwa pada pasien dengan sakit fisik. Pasien memerlukan perawatan pada respon pasien secara emosi, spiritual, perilaku dan kognitif terhadap masalah fisik yang dialaminya. Psychiatric and mental liasison nurse adalah perawat yang memberikan konsultasi kesehatan jiwa pada pasien sakit fisik.

“Dengan melakukan asesmen dan tindakan baik kepada pasien maupun kepada keluarga. Perawat memberikan asuhan keperawatan secara holisitik. Artinya, bukan hanya kepada diagnosis fisik saja, tetapi juga diagnosis psikososial pada masalah kesehatan jiwa pasien,” jelas dia.

Budi Anna mengingatkan, bahwa asuhan keperawatan difokuskan pada masalah biologis, pikiran, emosi, psikologis, spiritual, sosial dan lingkungan pasien. Gejala sosial yang terjadi saat ini erat kaitannya dengan gangguan jiwa yang diderita.

“Kendati hanya gangguan jiwa ringan namun dapat memicu pada gangguan jiwa berat. Sangat erat kaitannya. Jadi jangan remehkan masalah ini," imbuhnya.(Maulana Said)

Comments

Popular posts from this blog

TEKNIK DAN STRATEGI PENANGGULANGAN DAMPAK PSIKOSOSIAL PADA BENCANA

Oleh: Prof. Dr. Budi Anna Keliat, MAppSc (Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia)
BENCANA

Bencana adalah kejadian yang menyebabkan kerusakan fungsi masyarakat yang meliputi hilangnya nyawa manusia, kerusakan sarana dan prasarana, terganggunya perekonomian masyarakat, gangguan ekologi kehidupan, dan segala dampaknya yang menyebabkan masyarakat yang terkena tidak sanggup mengatasinya sendiri.
Bencana dapat dibagi tiga yaitu bencana alam, bencana non alam, bencana sosial. Bencana alam berupa peristiwa alam yaitu gempa bumi, gunung meletus, tsunami, banjir, kekeringan, angin topan, tanah longsor, dan berbagai kejadian alam yang lain. Bencana non alam adalah peristiwa non alam seperti kegagalan teknologi, wabah penyakit, dan kejadian non alam lain. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia seperti konflik sosial dan terror.
Khusus bencana alam merupakan ancaman bagi masyarakat Indonesia dikarenakan geografis kepulauan dan diliputi oleh gunung berapi. Seperti…

Kesehatan Jiwa dan Puskesmas

Budi Anna Keliat ; Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia; Team Leader Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat (Community Mental Health Nursing)

(dimuat di KOMPAS, 10 Oktober 2013
)


MASALAH kesehatan jiwa di Indonesia sangat besar. Diperkirakan ada 1 juta kasus gangguan jiwa berat. Dari jumlah itu, sekitar 18.000 kasus ”ditangani” dengan dipasung.

Terkait dengan hal itu, pemerintah—khususnya Kementerian Kesehatan—telah mencanangkan Program Indonesia Bebas Pasung dengan berusaha menemukan pasien yang dipasung di masyarakat. Namun, penemuan pasien pasung hanya fokus pada pelayanan kuratif dan rehabilitatif, belum menyelesaikan masalah kesehatan jiwa.