Skip to main content

Duo Budi Resmi Dikukuhkan sebagai Gubes UI

http://kampus.okezone.com/read/2013/03/27/373/782120/duo-budi-resmi-dikukuhkan-sebagai-gubes-ui

Suasana pengukuhan guru besar UI di Balai Sidang UI, Depok. (Marieska/Okezone)

DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menambah jumlah guru besarnya dengan mengukuhkan Budi Hidayat dan Budi Anna Keliat sebagai profesor. Budi Hidayat dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ekonomi dan Asuransi Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), sedangkan Budi Anna Keliat menjadi Guru Besar Tetap bidang Keperawatan Jiwa dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK).

Dalam orasi ilmiah berjudul "Rambu-Rambu Jaminan Kesehatan Nasional", Profesor Budi Hidayat  menyinggung soal Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Menurutnya, selama ini hanya masyarakat dengan profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dijamin kesehatannya. Sementara pada hakekatnya, seluruh penduduk Indonesia harus mendapatkan jaminan kesehatan.

Budi Hidayat memaparkan, setidaknya ada empat fakta seputar jaminan sosial. Pertama, jaminan sosial merupakan pendorong pencapaian cakupan universal. Kedua, jaminan sosial menjadi pencegah kegagalan pasar pada pasar asuransi komersial. Fakta ketiga, jaminan sosial menjadi pendorong pencapaian efisiensi makro.

"Lalu fakta terakhir, yakni jaminan sosial menjadi pendorong pencapaian tujuan kesehatan yang dapat dicermati dari Angka Kematian Bayi (AKB), serta Angka Kematian Ibu (AKI), dan usia harapan hidup penduduk," ujar Budi Hidayat, di Balai Sidang UI, Rabu (27/3/2013).

Sementara itu Profesor Budi Anna Keliat mengambil tema "Kontribusi Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia". Menurut Anna, diperlukan pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif yaitu promotif, preventif yang mencakup seluruh masyarakat, dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat menuju Indonesia sehat jiwa.

"Untuk itu diharapkan melalui keperawatan kesehatan jiwa masyarakat, yang bekerja sama secara terpadu. Tim kesehatan lain, khususnya dokter puskesmas, dapat memberikan pelayanan yang komprehensif, holistik, kontinum, dan paripurna yang ditujukan pada semua masyarakat yang sehat jiwa," ungkapnya.(rfa)

Comments

Popular posts from this blog

TEKNIK DAN STRATEGI PENANGGULANGAN DAMPAK PSIKOSOSIAL PADA BENCANA

Oleh: Prof. Dr. Budi Anna Keliat, MAppSc (Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia)
BENCANA

Bencana adalah kejadian yang menyebabkan kerusakan fungsi masyarakat yang meliputi hilangnya nyawa manusia, kerusakan sarana dan prasarana, terganggunya perekonomian masyarakat, gangguan ekologi kehidupan, dan segala dampaknya yang menyebabkan masyarakat yang terkena tidak sanggup mengatasinya sendiri.
Bencana dapat dibagi tiga yaitu bencana alam, bencana non alam, bencana sosial. Bencana alam berupa peristiwa alam yaitu gempa bumi, gunung meletus, tsunami, banjir, kekeringan, angin topan, tanah longsor, dan berbagai kejadian alam yang lain. Bencana non alam adalah peristiwa non alam seperti kegagalan teknologi, wabah penyakit, dan kejadian non alam lain. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia seperti konflik sosial dan terror.
Khusus bencana alam merupakan ancaman bagi masyarakat Indonesia dikarenakan geografis kepulauan dan diliputi oleh gunung berapi. Seperti…

Kesehatan Jiwa dan Puskesmas

Budi Anna Keliat ; Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia; Team Leader Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat (Community Mental Health Nursing)

(dimuat di KOMPAS, 10 Oktober 2013
)


MASALAH kesehatan jiwa di Indonesia sangat besar. Diperkirakan ada 1 juta kasus gangguan jiwa berat. Dari jumlah itu, sekitar 18.000 kasus ”ditangani” dengan dipasung.

Terkait dengan hal itu, pemerintah—khususnya Kementerian Kesehatan—telah mencanangkan Program Indonesia Bebas Pasung dengan berusaha menemukan pasien yang dipasung di masyarakat. Namun, penemuan pasien pasung hanya fokus pada pelayanan kuratif dan rehabilitatif, belum menyelesaikan masalah kesehatan jiwa.