Skip to main content

Dua Guru Besar UI

http://www.ui.ac.id/id/news/archive/6382



Hari Rabu (27/03) UI mengukuhkan dua Guru Besar Tetap Prof.Dr. Budi Anna Keliat, S.Kep. Ners dari Fakultas Ilmu Keperawatan dan Prof. Budi Hidayat, SKM., MPPD., Ph.D dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Upacara pengukuhan dipimpin langsung Pjs. Rektor Prof.Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. Jumlah Guru Besar UI saat ini menjadi 251 orang, 187 diantaranya Guru Besar Tetap. (tetap, luar biasa, emeritus). Jumlah Guru Besar Tetap saja hanya berjumlah 187 orang.



Prof. Budi Anna Keliat, kelahiran tahun 1952 salah seorang mahasiswa angkatan pertama (1985) Program Studi Ilmu Keperawatan yang dulu bernaung dibawah Fakultas Kedokteran UI. Selama 28 tahun bergelut di bidang keperawatan, dia mencoba merintis berdirinya keperawatan kesehatan Jiwa (1982) di Bogor bersama teman-temannya. Judul pidato ilmiah pengukuhannya “Kontribusi Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia.” Prof. Anna menempuh pendidikan Akademi Keperawatan Depkes, S1 Program Studi Ilmu Keperawatan, S2 pada School of Nursing, Sydney Ausralia dan S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI.
Prof. Budi Hidayat (41), kelahiran Purbalingga Jawa Tengah ini membacakan pidato ilmiah berjudul “Rambu-rambu Jaminan Kesehatan Nasional” Isi pidatonya berkaitan dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Nomor 40/2004. Semangat undang undang tersebut sebetulnya bentuk dari komitmen pemerintah untuk menjalankan jaminan sosial bagi rakyat. Kemudian disusul dengan keluarnya Undang Undang Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Nomor 11 tahun 2011. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan dilaksanakan 1 Januari 2014 dan pada tahun 2019 cakupannya diperluas jaminan kesehatan meliputi semua penduduk Indonesia.Prof. Budi Hidayat tahun 1995 lulusan terbaik Sarjana Kesehatan FKM UI. Meraih gelar magister (MPPD) dengan predikat Excellent dari Universitas Southern California (AS) dan tahun 2004 peraih Ph.D dengan predikat Summa Cum Laude dari Universitas Heidelberg Jerman.(Humas UI)

Comments

Popular posts from this blog

TEKNIK DAN STRATEGI PENANGGULANGAN DAMPAK PSIKOSOSIAL PADA BENCANA

Oleh: Prof. Dr. Budi Anna Keliat, MAppSc (Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia)
BENCANA

Bencana adalah kejadian yang menyebabkan kerusakan fungsi masyarakat yang meliputi hilangnya nyawa manusia, kerusakan sarana dan prasarana, terganggunya perekonomian masyarakat, gangguan ekologi kehidupan, dan segala dampaknya yang menyebabkan masyarakat yang terkena tidak sanggup mengatasinya sendiri.
Bencana dapat dibagi tiga yaitu bencana alam, bencana non alam, bencana sosial. Bencana alam berupa peristiwa alam yaitu gempa bumi, gunung meletus, tsunami, banjir, kekeringan, angin topan, tanah longsor, dan berbagai kejadian alam yang lain. Bencana non alam adalah peristiwa non alam seperti kegagalan teknologi, wabah penyakit, dan kejadian non alam lain. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia seperti konflik sosial dan terror.
Khusus bencana alam merupakan ancaman bagi masyarakat Indonesia dikarenakan geografis kepulauan dan diliputi oleh gunung berapi. Seperti…

Kesehatan Jiwa dan Puskesmas

Budi Anna Keliat ; Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia; Team Leader Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat (Community Mental Health Nursing)

(dimuat di KOMPAS, 10 Oktober 2013
)


MASALAH kesehatan jiwa di Indonesia sangat besar. Diperkirakan ada 1 juta kasus gangguan jiwa berat. Dari jumlah itu, sekitar 18.000 kasus ”ditangani” dengan dipasung.

Terkait dengan hal itu, pemerintah—khususnya Kementerian Kesehatan—telah mencanangkan Program Indonesia Bebas Pasung dengan berusaha menemukan pasien yang dipasung di masyarakat. Namun, penemuan pasien pasung hanya fokus pada pelayanan kuratif dan rehabilitatif, belum menyelesaikan masalah kesehatan jiwa.