August 11, 2008

Manajemen Hati

Manajemen Hati:
OPTIMALISASI POTENSI MENJADI BERKAT BAGI KELUARGA
Oleh: Dr Budi Anna Keliat, MAppSc (Nd Lahargo Kembaren)
KPI Moria Klasis Jakarta Bandung 2008
26 – 27 April 2008, Camp David Mount Hermon – Cipanas
Manusia cenderung berpikir negative tentang dirinya dan juga lingkungannya, sehingga potensi dirinya dan lingkungannya tidak diberdayakan secara optimal. Sekarang saatnya melakukan reformasi diri agar masa depan menjadi berkualitas yang disebut SUKSES
Seorang yang sukses mengetahui tujuan hidupnya, menggunakan potensi yang dimiliki secara optimal, berhasil meraih cita-cita dan bermanfaat bagi orang lain. Sukses yang paling hakiki adalah MASUK SURGA, untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain.
Pada kesempatan ini kita akan mengupas dan membongkar semua potensi yang kita miliki agar kita tidak sama dengan hamba yang menyimpan talenta di dalam tanah (Matius 25: 14 – 30; Lukas 19 : 12 – 27). Setelah itu kita membuat rencana masa depan yang sukses dan melakukannya dengan hati yang penuh dengan penguasaan Roh Kudus.




  1. GALI POTENSI SAUDARA
Potensi yang kita miliki adalah pemberian Allah kepada kita melalui berbagai cara yaitu langsung dan tidak langsung atau umum dan khusus. Beberapa potensi yang kita miliki akan kita bahas.
  1. WAKTU
Waktu adalah pemberian Tuhan yang diberikan secara umum dan sama untuk setiap orang. Waktu sangat objektif dan dapat dihitung secara matematika. Sifatnya linier artinya tidak dapat diulang. Seluruh kehidupan kita lalui sejalan dengan berjalannya waktu. Waktu tidak dapat kita tunda, ia berjalan otomatis, tidak dapat dikontrol, tidak dapat diubah. Sejalan dengan waktu kita mengukir sejarah perjalanan kehidupan kita. Contoh: jika tadi pagi saya marah-marah kepada anak saya sampai mati tidak dapat diubah tetap menjadi sejarah kehidupan anak dan kita.
Waktu tidak dapat disimpan atau dibeli. Waktu saat ini ya saat ini, itu yang kita miliki. Kita tidak dapat katakan, besok saya akan memuji anak saya 5 kali, tapi hari ini saya lagi marah, tetap yang dirasakan anak adalah kemarahan kita, tidak dapat ditebus dengan memberi pujian 5 kali agar hilang dari sejarah kehidupan anak. Tidak pula dapat dibeli sehingga waktu memanjang 30 jam per hari, sehingga kita bisa menggunakannya lebih panjang.
Waktu yang tersedia hanya untuk digunakan. Terserah kita mau dipakai untuk apa saja. Betapa sayangnya waktu yang tidak dapat ditunda dan dibeli kita gunakan untuk hal yang sia-sia. Mari kita latihan sesaat:
LATIHAN 1
    1. Tiap orang menghitung usia dalam tahun, bulan, minggu, dan hari. Jika saudara mau dapat diteruskan dengan jam dan detik
    2. Selanjutnya coba tuliskan apa saja yang sudah saudara lakukan dengan waktu tersebut
    3. Sekarang jumlahkan usia saudara sekelompok dan pikirkan apa kira-kira yang dapat dihasilkan dengan jumlah waktu tersebut: untuk suami, anak, ortu, mertua.
Waktu yang lalu tidak dapat terulang, hanya penyesalan yang tidak berguna. Misalnya: saudara pernah satu minggu tidak tegur sapa dengan suami, padahal mungkin kehidupan rumah tangga hanya satu bulan, berarti seperempat dari kehidupan rumah tangga telah hilang percuma. Rugi sekali bukan?
Waktu yang akan datang masih mungkin kita miliki dengan bermakna. Tetapi kita tidak tahu berapa lama lagi, sampai kapan, ini semua rahasia Allah. Apakah waktu saya tinggal satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, dstnya, tidak ada satu orangpun tahu hanya Dia pencipta manusia yang tahu
LATIHAN 2
  1. Seandainya Tuhan izinkan kita hidup sampai usia 70 tahun, berapa tahun lagi saudara hidup? Jumlahkan untuk kelompok
  2. Buat rencana apa yang akan saudara lakukan untuk suami, anak, ortu dan mertua?
  3. Bagaimana kalau tinggal hari ini waktu saudara, apa yang akan saudara lakukan?
Bagaimana kalau waktu yang ada kita gunakan untuk sukacita kita dan sukacita orang lain setiap bertemu: bertemu suami, anak, ortu, mertua.
LATIHAN 3
  1. Salam: Selamat pagi Jeff
  2. Pujian: Suara Jeff bagus sekali
  3. Peristiwa: Pada waktu Jeff jadi song leader tadi
  4. Konfirmasi: Saya yakin Jeff bisa jadi penyanyi yang luar biasa.
RENCANA PENGGUNAAN WAKTU
Tuliskan apa yang akan saudara lakukan kepada suami, anak, ortu dan mertua: nanti setelah pulang KPI, besok, minggu ini dan seterusnya
Waktu ini adalah waktu yang jahat, saudara harus jaga agar setiap waktu yang masih Tuhan berikan : jam, hari, minggu, bulan dan tahun dapat saudara nikmati dengan sukacita. Jangan sampai kebahagian saudara dicuri oleh iblis (Efesus 5 : 16)
Gunakanlah waktu untuk membahagiakan sesama: ”berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian”. Hati-hati jangan waktu milik saudara yang dianugrahkan oleh Tuhan saudara gunakan untuk ”SAMPAH-SAMPAH” yang tidak berguna. Untuk melakukan kebaikan saja tidak banyak lagi waktu, janganlah pakai untuk yang tidak baik.
Jangan tunda pelayanan saudara kepada suami, anak, ortu dan mertua, buat diri sauda berguna bagi semua orang selama waktu masih ada. Jika waktunya tiba, tidak seorangpun dapat menahan saudara didunia ini.
  1. KEMAMPUAN SAUDARA (Potensi milik saudara)
Pernahkah saudara menghitung kemampuan pribadi yang saudara miliki?
  1. Kemampuan fisik
  2. Kemampuan sosial
  3. Kemampuan intelektual
  4. Kemampuan spiritual
LATIHAN 4
a. Coba tuliskan kemampuan fisik yang saudara miliki, sebanyak – banyaknya.
(1) Contoh: Berjalan: mari berdiri dan jalan ditempat. Pernahkah saudara membayangkan orang yang tidak bisa berjalan? Kapan kita tidak dapat jalan lagi? Tentu kita tidak tahu. Jangan biarkan kaki saudara nganggur, biarkan dia berjalan memberi pertolongan, melayani suami, mertua, ortu, anak, menantu, cucu, saudara dengan cepat. Kita tidak tahu waktunya kapan kita tidak mampu berjalan lagi
(2) Contoh: Berbicara: berapa menit atau jam per hari saudara bicara dengan suami, anak, mertua, ortu, menantu dan cucu? Bagaimana kualitas percakapan saudara? Apakah penuh dengan kasih sayang, pujian, atau mendakwa, mencari kesalahan dan marah? Bagaimana bicara saudara, pada saat suami terlambat pulang, pada saat raport anak buruk, pada saat pembantu tidak beres bekerja? Bagaimana pula bicara kita sesama moria? Dalam 1 jam terakhir, berapa menit saudara bicara hal yang baik dan yang tidak baik? Padahal Tuhan memberi lidah dan pita suara yang sehat pada saudara dan saya.
(3) Tuliskan kemampuan yang lain.
b. Coba tuliskan kemampuan sosial saudara, sebanyak-banyaknya.
(1) Contoh: bersahabat, berkunjung, melayani, menolong. Bagaimana pula terhadap suami, mertua, ortu, anak, menantu, cucu?
(2) Tuliskan kemampuan sosial saudara
c. Coba tuliskan kemampuan intelektual: pengetahuan, kepandaian, berpikir kritis, logis, rasional dan kreatif.
(1) Contoh: Latar belakang pendidikan, saudara dapat gaji lebih besar dari suami. Apakah saudara merasa lebih hebat dan jadi anggap enteng dengan suami? Bukankah saudara dapat posisi dan rejeki karen dia suamu saudara. Jika yang lain suami saudara belum tentu sedemikian rejeki saudara.
(2) Tuliskan kemampuan intelektual saudara
d.Coba tuliskan kemampuan spiritual saudara
(1) Contoh: berdoa. Sudahkah dalam doa saudara bersyukur punya suami, mertua, ortu, anak, menantu, cucu?
(2) berdoa, ke gereja, PA, retret dll
(3) Tuliskan kemampuan spiritual saudara
Berapa banyak kemampuan saudara? Sudah saudara gunakan dan manfaatkan untuk suami, mertua, ortu, anak, menantu dan cucu? Sudah waktunya untuk bangkit menggunakan seluruh potensi yang ada selama masih ada waktu. Jelanglah masa depan yang sukses.
  1. MASA DEPAN YANG SUKSES
Bapa di surga tidak pernah merencanakan kecelakaan, Dia membuat segalanya indah pada waktunya.Masa lalu pasti tidak dapat diulang dan tidak dapat diubah karena sudah terjadi dan sudah berlalu. Masa depan masih mungkin kita miliki, dan tidak tahu berapa lama lagi. Yang pasti ”here” and ”now”, saat ini dan sekarang ini yang menjadi milik kita.
Semua orang menginginkan masa depan yang indah, bahagia, cerah dan lebih baik dari sekarang, itulah yang disebut sukses. Sukses adalah suatu perjalanan (success is a journey). Seseorang yang sukses mengetahui tujuan yang akan dicapai, menggunakan potensi secara maksimal untuk mencapai tujuan, dan bermanfaat bagi orang lain.
Beberapa contoh di Alkitab:
  1. Adam dan Hawa dijanjikan hidup yang bahagia, tetapi di proses mereka gagal.
  2. Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian, kembali manusia gagal dalam proses, sehingga banyak yang tidak sampai.
Bagaimana dengan kehidupan rumah tangga kita? Di perjalanan banyak keluarga yang jatuh bangun dalam hubungan suami-istri, orangtua-anak, menantu-mertua.
Manusia yang membuat dirinya tidak sukses, dan akhirnya tujuan awal tidak tercapai.
Tujuan yang paling hakiki adalah hidup kekal di surga.
LATIHAN 5: Menetapkan tujuan dalam hidup berkeluarga
  1. Tetapkan tujuan mempunyai suami. Tuliskan semua keuntungan memiliki suami.
  2. Tetapkan tujuan punya mertua.
Apakah saudara bersyukur punya mertua yang telah berjasa melahirkan suami saudara? Jika suami sangat sayang terhadap mertua berarti suami saudara sehat. Alasannya, suami lebih lama hidup berorangtua dari pada beristri.
    1. Hitung umur suami:.......tahun = lama suami berorangtua
    2. Hitung umur perkawinan saudara: .........tahun = lama suami beristri (sdr)
    3. Pasti lebih lama suami berorangtua dari pada suami beristri
Wajar kalau suami sayang pada ibunya sama seperti anak saudara sayang pada saudara
  1. Tetapkan tujuan punya ortu, anak, menantu dan cucu
LATIHAN 6: Menggunakan potensi untuk mencapai tujuan dan bermanfaat bagi orang lain.
  1. Apakah potensi yang dapat saudara gunakan dalam berhubungan dengan: suami, mertua, ortu, anak, menantu, dan cucu?
Tuliskan.........
  1. Apakah manfaat saudara terhadap: suami, mertua, ortu, anak, menantu dan cucu?
Tuliskan.........
Lakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan. Do the best you can. Tempatkan suami, mertua, ortu, anak, menantu dan cucu sebagai VIP (very importance people). Lakukan pelayanan prima, yang terbaik (excellence service). Tuhan Yesus contoh pelaku excellence service yang luar biasa.
Untuk itu lakukan : TAN = take action now
Dan jangan lakukan:
NATO: no action talking only
NACO: no action concept only
NADO: no action dream only
NAPO: no action plan only
NARO: no action review only
  1. MANAJEMEN HATI
Bagaimana caranya agar kita dapat melakukan yang terbaik setiap saat. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan:
  1. Affirmasi
Pikirkan hal yang baik, hal positif, kemampuan dari suami, mertua, ortu, anak, menantu dan cucu saudara. Kemudian katakan (telling your self) dan pikirkan itu
setiap saat. Manusia mampu berpikir 10.000 hal setiap hari. Jangan biarkan pikiran saudara digunakan pada hal yang tidak baik. Programkan setiap hari.
Filipi 4:8
Pikirkanlah: Semua yang benar
Semua yang mulia
Semua yang adil
Semua yang suci
Semua yang manis
Semua yang sedap didengar
Semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji
  1. Olah Pikir (Terapi Kogmitif)
Merubah pikiran negatif menjadi pikiran positif. Caranya sebagai berikut:
    1. Buat daftar semua pikiran yang negatif tentang suami, mertua, ortu, anak, menantu dan cucu.
    2. Pilih satu hal negatif yang paling mengganggu pikiran saudara, dan ingin saudara ubah. Misalnya: suami yang malas bekerja.
    3. Pikirkan semua hal positif tentang suami saudara untuk melawan dan menggantikan pikiran negatif. Misalnya: syukur saya punya suami, suami saya sayang saya, suami saya sehat dst
    4. Setiap kali muncul pikiran negatif ”suami malas” katakan pada diri saudara : ”tapi masih syukur saya punya suami yang sayang dan sehat”
  1. Olah Perilaku (Terapi Perilaku)
Merubah perilaku negatif menjadi positif. Caranya sebagai berikut:
    1. Buat daftar pikiran negatif (seperti olah pikir)
    2. Buat daftar perilaku negatif akibat pikiran negatif. Misalnya: pikiran negatif suami malas; akibatnya muncul perilaku negatif yaitu tidak menghargai suami/anggap enteng pada suami.
    3. Buat daftar perilaku positif untuk menghilangkan perilaku negatif: Misalnya: 1) setiap pagi banguntidur sapa suami: selamat pagi mama biring, Tuhan berkati; 2) menyediakan makan dan minum suami; dll
    4. Beri hadiah diri saudara jika dapat melakukan yang positif, misalnya tabung 1000 rupiah.
I Timotius 4 : 12:
Jadilah teladan bagi orang percaya: Dalam perkataanmu
Dalam tingkah lakumu
Dalam kasihmu
Dalam kesetiaanmu
Dalam kesucianmu
Lakukanlah sekarang yang terbaik, karena setiap orang akan memberi pertanggung jawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah (Roma 14 : 12)
PENUTUP
Semua tidak akan berhasil tanpa pertolongan Bapa di surga, anakNya Yesus Kristus dan Roh Kudus . Melalui kesaksian Rasul Paulus tentang hidupnya yang tertulis di Roma 7 : 14 – 24 dapat disimpulkan:
1. Manusia yang diikat oleh dosa -----------------------melakukan perilaku yang jahat
2. Manusia yang diikat oleh dosa,
Berkeinginan melakukan hal yang baik--------------tetap melakukan yang jahat
3. Manusia yang berdosa,
Percaya pada Tuhan Yesus,
Berkeinginan melakukan yang baik-------------------perilakunya baik
Saudara-saudaraku jangan sia-siakan kasih setia Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita sehingga jika kita berkeingina melakukan yang terbaik pasti akan terjadi. Waktunya sekarang untuk bertindak.
Pilipi 4 : 13: Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku
Matius 5 ; 16: Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga
LAKUKANLAH DEMIKIAN PADA SUAMI, MERTUA, ORTU, ANAK, MENANTU DAN CUCU
TUHAN MEMBERKATI

1 comment:

Jusa Kiki said...

Saya amat terkesan dan terbantu dengan artikel ini.